Selasa, 10 Juli 2012

reproduksi


Seperti halnya mamalia lainnya, manusia bereproduksi secara seksual dan bersifat vivipar atau melahirkan anaknya. Ovum yang telah dibuahi oleh sperma akan menghasilkan zigot yang selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi embrio di dalam uterus (rahim) ibunya.
Alat kelamin manusia dibedakan menjadi alat kelamin jantan (pria) dan alat kelamin betina (wanita). Baik pria maupun wanita mempunyai bagian-bagian alat kelamin yang terdapat di dalam tubuh dan juga yang terdapat di luar tubuh.

Alat reproduksi pria


Alat kelamin dalam pria terdiri atas:
a.     Testes
Berjumlah sepasang, dan berbentuk bulat telur. Organ ini tersimpan dalam suatu kantung pelindung yang disebut skrotum (kantong buah zakar) dan terletak diluar rongga perut, berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan juga hormon kelamin jantan yaitu testosteron. Testis banyak mengandung pembuluh halus disebut tubulus seminiferus.
b.     Saluran reproduksi, terdiri atas:
-     Epididimis, yaitu saluran panjang berkelok-kelok yang terdapat di dalam skrotum yang keluar dari testis. Setiap testis mempunyai satu epididimis, sehingga jumlahnya sepasang, kanan dan kiri. Saluran ini panjang dan berbelok-belok di dalam skrotum. Di dalam epididimis ini sperma disimpan untuk sementara dan menjadi matang sehingga dapat bergerak.
-    Vas deferens, yaitu saluran yang merupakan lanjutan dari epididimis. Bagian ujung saluran ini terdapat di dalam kelenjar prostata. Fungsi vas deferens ialah sebagai jalan sperma dari epididimis ke kantung sperma (vesicula seminalis).
c.     Kelenjar kelamin
Di samping saluran kelamin, alat kelamin dilengkapi dengan kelenjar kelamin, yang bertugas menghasilkan sekrit (getah) yaitu:
-    Vesicula seminalis (kantung sperma): berjumlah sepasang, dan menjadi satu kantong. Dindingnya dapat menghasilkan cairan berwarna kekuningan yang banyak mengandung makanan untuk sperma.
-    Kelenjar prostat:     getah yang dihasilkan dialirkan ke saluran sperma.
-    Kelenjar bulbo uretra: menghasilkan getah
-    Kelenjar Cowper: terdapat pada pangkal urethra. Getah yang diproduksi berupa lendir dan dialirkan ke urethra.
Sperma bersama getah yang diproduksi oleh kelenjar kelamin tadi akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Semen ini akan dipancarkan keluar melalui uretra yang terdapat di dalam penis (alat kelamin luar pria).
d.     Urethra
Urethra ialah saluran yang terdapat di dalam penis yang mempunyai dua fungsi, yaitu:
-    sebagai saluran urine dari kandung kemih (vesica urinaria) keluar tubuh
-    sebagai saluran untuk jalannya semen dari kantong semen.
Alat kelamin luar pria terdiri atas:
a.    Penis
Merupakan organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuhan). Kopulasi adalah hubungan kelamin (senggama) antara pria dan wanita yang bertujuan untuk memindahkan semen ke dalam rahim wanita. Dari dalam penis terdapat uretra berupa saluran yang dikelilingi oleh jaringan yang banyak mengandung rongga darah (korpus cavernosum). Apabila karena sesuatu hal korpus cavernosum itu penuh berisi darah, maka penis akan tegang dan mengembang disebut ereksi. Hanya dalam keadaan ereksilah penis dapat melakukan tugas sebagai alat kopulasi. Alat reproduksi pada pria mulai berfungsi semenjak masa puber (± 14 tahun) sampai tua selama manusia itu dalam keadaan sehat.
b.    Scrotum
Merupakan kantung tempat kedua testis berada.

Alat reproduksi wanita

Seperti halnya pria, alat reproduksi wanita juga terdiri atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.
Alat kelamin luar wanita terdiri atas:

a.    Celah luar yang disebut vulva.
b.    Di sebelah kiri dan kanan celah ini dibatasi oleh sepasang bibir, yaitu bibir besar (labium mayor) dan bibir kecil (labium minor).
c.    Di sebelah depan dari vulva terdapat tonjolan yang disebut kelentit (klitoris), yang sejarah terjadinya sama dengan perkembangan penis pada pria.
d.    Ke dalam vulva ini bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (urethra) dan saluran kelamin (vagina).
Alat kelamin dalam wanita terdiri atas:
Female%20Reproductive%20System Sistem Reproduksi (2) : Reproduksi pada Manusia
a.     Ovarium (indung telur)
Berjumlah sepasang, kecil, dan alat ini terdapat dalam rongga badan, didaerah pinggang, bentuknya seperti telur. Di dalam ovarium terdapat jaringan kelenjar buntu (kelenjar endokrin) dan jaringan yang membuat sel telur (ovum) yang disebut folikel.
b.     Saluran reproduksi
-    Saluran telur (tuba fallopi), berjumlah sepasang, kanan dan kiri. Pada bagian pangkalnya berbentuk corong yang disebut infundibulum. Infundibulum dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium.
-    Rahim (uterus), bertipe simpleks, artinya hanya memiliki satu ruangan. Berbentuk buah pir, dan bagian bawahnya mengecil disebut leher rahim (cervix). Dinding rahim terdiri atas beberapa lapisan otot dan jaringan epitel. Lapisan terdalam yang membatasi rongga rahim terdiri atas jaringan epitel yang disebut endometrium atau selaput rahim. Lapisan ini banyak menghasilkan lendir dan banyak mengandung pembuluh darah. Sebulan sekali, yaitu pada waktu menstruasi (haid), lapisan ini dilepaskan yang diikuti dengan pendarahan. Dinding rahim akan selalu mengalami perubahan ketebalan, dan peristiwanya dipengaruhi oleh hormon.
-    Vagina, merupakan akhir dari saluran kelamin dalam yang terdapat dalam vulva dan merupakan organ persetubuhan bagi wanita. Karena fungsinya yang penting yakni untuk melahirkan bayi, maka organ ini banyak mempunyai banyak lipatan. Hal ini mempermudah wanita pada waktu melahirkan bayinya, sehingga vagina tersebut tidak sobek. Dinding vagina mempunyai banyak selaput lendir yang berkelenjar, salah satu kelenjar yang penting ialah glandula Bartholini.

Mekanisme produksi ovum dan siklus menstruasi

Ovarium seorang wanita mampu memproduksi sel telur setelah masa puber sampai dewasa subur, yaitu berkisar antara umur 12 sampai dengan 50 tahun. Setelah sel telur habis diovulasikan, maka seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi (haid), dan disebut masa menopause. Pada masa menopause alat reproduksi tidak berfungsi lagi dan mengecil, karena berkurangnya produksi hormon kelamin.
Mekanisme produksi sel telur oleh folikel diatur oleh hormon yang dihasilkan hipofisis. Mekanisme produksi sel telur dan siklus menstruasi adalah sebagai berikut.
-    Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hormon ini berfungsi untuk memacu pembentukan folikel dalam ovarium.
-    Folikel yang sedang tumbuh tersebut memproduksi hormon estrogen. Fungsi hormon estrogen ialah:
  • merangsang pertumbuhan endometrium dinding rahim
  • menghambat produksi FSH oleh pituitari
  • memacu pituitari untuk memproduksi hormon LH (Luteinizing Hormone). Keluarnya LH dari hipofisis menyebabkan telur masak, dan keluar dari dalam folikel, peristiwa inilah yang disebut ovulasi.
-    Setelah telur masak dan meninggalkan ovarium, LH mengubah folikel menjadi badan berwarna kuning yang disebut korpus luteum. Dan sekarang tidak mampu memproduksi estrogen lagi, tetapi mampu memproduksi hormon progesteron. Hormon progesteron berfungsi untuk  mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan endometrium.

-    Bila sel telur yang keluar dari ovarium tidak dibuahi, produksi estrogen terhenti. Hal ini menyebabkan kadar estrogen dalam darah sangat rendah, akibatnya aktivitas hipofisis untuk memproduksi LH juga menurun. Penurunan produksi LH menyebabkan korpus luteum tidak dapat memproduksi progesteron. Tidak adanya progesteron dalam darah menyebabkan penebalan dinding rahim tidak dapat dipertahankan, selanjutnya akan luruh dan terjadilah pendarahan. Inilah yang disebut menstruasi.
-    Bila terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, maka zigot yang terbentuk akan melakukan nidasi / transplantasi (penanaman diri) pada endometrium.  Zigot akan berkembang menjadi embrio, terus menjadi janin. Selanjutnya placenta janin yang terbentuk akan menghasilkan HCG (Human Chorionic Gonadotropic) yang akan menggantikan peran progesteron. Janin ini mendapat makanan dari tubuh induknya dengan perantaraan plasenta (ari-ari / tembuni).
Selaput pembungkus embrio terdiri dari amnion, korion, sakus vitelinus dan alantois.
em 0259 Sistem Reproduksi (2) : Reproduksi pada Manusia
christophersmith1 placenta baby in amnion Sistem Reproduksi (2) : Reproduksi pada Manusia
ts Sistem Reproduksi (2) : Reproduksi pada Manusia
Janin kucing sebagai contoh perbandingan: 1 umbilicus, 2 amnion, 3 allantois, 4 kantung kuning telur, 5 perdarahan, 6 placenta
em 0128 Sistem Reproduksi (2) : Reproduksi pada Manusia
Sakus vitelinus (kantong kuning telur) terletak di antara amnion dan plasenta, merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama. Selaput-selaput tersebut berfungsi untuk:
  • Melindungi embrio terhadap kekeringan dan goncangan-goncangan.
  • Membantu proses pernapasan, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnyaselama kehidupannya didalam rahim.
Amnion
Merupakan selaput yang membatasi ruangan amnion di mana terdapat embrio. Dinding amnion menghasilkan cairan berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga agar embrio tetap basah dan tahan goncangan.
Korion
Merupakan selaput yang terdapat di sebelah luar amnion. Korion dan alantois akan tumbuh keluar membentuk jonjot dan berhubungan dengan dinding rahim. Jonjot-jonjot korion menempel pada dinding rahim. Di dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah ibu dengan perantaraan plasenta.
Alantois
Terletak di dalam tali pusat. Jaringan epitelnya menghilang dan yang menetap adalah pembuluh-pembuluh darahnya yang berfungsi untuk menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta. Plasenta dengan embrio dihubungkan oleh tali pusat. Di dalamnya terdapat 2 buah pembuluh nadi dan sebuah pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah di dalam plasenta. Zat makanan dan oksigen dari pembuluh darah induknya melalui plasenta ke tali pusat dan selanjutnya ke pembuluh darah embrio. Sedang zat sisa metabolisma dan CO2 dari pembuluh darah embrio, ke tali pusat, terus ke plasenta, dan akhirnya dialirkan ke pembuluh darah ibu. Bila pertumbuhan dan perkembangan janin telah sempurna, janin akan keluar melalui vagina. Selubung janin akan pecah, diikuti keluarnya plasenta

seksualitas


SEKSUALITAS


 Fenomena  - fenomena tentang seksualitas remaja Indonesia
  • Sebuah survey terbaru terhadap 8084 remaja laki – laki dan remaja puteri usia 15 – 24 tahun di 20 kabupaten pada 4 propinsi ( Jawa Barat, Jawa Tengah, jawa Timur dan Lampung menemukan 46,2 % remaja masih menganggap bahwa perempuan tidak akan hamil dengan sekali melakukan hubungan seks.
  • 19,2% remaja yang menyadari peningkatan resiko untuk tertular PSM bila memiliki pasangan seksual lebih dari satu mengira mereka akan beresiko tertular HIV hanya bila berhubungan seks dengan PSK
  • Remaja sering kali merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah seksualitas dan kesehatan reproduksi
  • Kebanyakan orang tua memang tidak termotivasi untuk memberikan informasi mengenai  seks dan kesehatan reproduksi
  • Keengganan orang tua untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi dan seksualitas juga disebabkan oleh rasa rendah diri karena rendahnya pengetahuan
  • Hambatan utama adalah bagaimana mengatasi pandangan bahwa segala sesuatu  yang berbau seks adalah tabu untuk dibicarakan dengan orang  yang belum menikah
  • Masih adanya remaja yang menyetujui ( berpendapat ) memandang hubungan seks di luar nikah
  • Diperlukan pengetahuan tentang alat kontrasepsi sebelum menikah
  • Ada 2,9 % remaja  yang melakukan seksual aktif, remaja yang mempraktekkan seks pra nikah 3,4 % untuk remaja putra dan 2,3% remaja putri
  • Remaja putri di perkotaan dan di pedesaan yang melakukan seksual aktif yaitu 1,3 % dan 1,4%


                                
                                     Seksualitas  ?
 


                             
SEKSUALITAS

Seksualitas merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Lingkupan seksualitas suatu yang lebih luas daripada hanya sekedar kata seks yang merupakan kegiatan hubungan fisik seksual.  Kondisi seksualitas yang sehat juga menunjukkan gambaran kualitas kehidupan manusia, terkait dengan perasaan paling dalam, akrab dan intim yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam, dapat berupa pengalaman, penerimaan dan ekspresi diri manusia.

IDENTITAS SEKSUAL

Identitas Biologis
  • Perbedaan biologis antara pria dan wanita ditentukan pada masa konsepsi
  • Material genetik dalam telur yang  telah dibuahi  terorganisasi dalam kromosom yang menjadikan perbedaan seksual
  • Janin perempuan menerima 2 kromosom X dan janin laki – laki menerima satu kromosom X dari ibunya dan satu kromosom Y dari ayahnya





Identitas Jender
  • Adalah rasa menjadi feminine atau maskulin
  • Label sebagai anak perempuan dan anak laki – laki diberikan orang tua dan komunitas segera setelah dilahirkan
  • Penyesuaian perilaku untuk berhubungan dengan bayi perempuan atau laki – laki

Peran Gender
  • Merupakan cara di mana seseorang  bertindak sebagai wanita atau pria
  • Perilaku peran gender didorong oleh orang tua, teman sebaya dan media
  • Faktor cultural memegang peranan penting dalam menentukan peran seks
  • Peran gender juga dapat dipelajari dari lingkungan individu berada, termasuk di rumah dan di sekolah
  • Pembelajaran  yang paling berpengaruh melalui system nilai  seksual dalam keluarga dan masyarakat

Orientasi seksual
  • Merupakan  pilihan hubungan intim seseorang dengan lawan  jenis atau sejenisnya
  • Mayoritas orang dewasa mengidentifikasi dirinya heteroseksual, yang memiliki gairah seksual dengan lawan  jenisnya

ANATOMI DAN FISIOLOGI SEKSUAL

ORGAN SEKS WANITA
Organ seks eksternal terdiri dari
  • Mons veneris
  • Labia mayora
  • Labia minora
  • Klitoris
  • Ostium vaginalis

Organ seks eksternal :
  • Vagina
  • Uterus
  • Tubulus falopi
  • Ovarium

ORGAN SEKS EKSTERNAL

1. Mons Veneris, adalah lapisan jaringan lemak yang menutupi tulang pubis dan dilapisi oleh rambut pubis setelah pubertas
2. Labia, kedua labia mayora adalah lipatan kulit berlemak yang memanjang dari mons veneris dan membentuk batasan terluar dari vulva. Labia mayora menutup dan karenanya melindungi vagina dan ostium uretra. Sedangkan labia minora yang tepat di dalam labia mayora adalah lipatan tipis kulit, mempunyai banyak pembuluh darah
3. Klitoris, terdiri dari sebagian besar jaringan erektil, mempunyai banyak ujung syaraf  dan sensitive. Klitoris adalah organ yang paling sensitive terhadap stimulasi dan mempunyai peran sentral dalam rangsangan seksual
4. Vestibula, adalah area vulva di sebelah dalam labia minora. Ostium urinarius dan ostium vaginalis terletak di dalam vestibula. Adanya hymen

ORGAN SEKS EKSTERNAL

1. Vagina, merupakan organ muskuler, berdinding tipis , berfungsi sebagai saluran darah menstruasi, melahirkan anak dan kenikmatan seksual
2. Uterus, merupakan organ muskuler berdinding tebal yang terletak diantara kandung kemih dan rectum. Panjangnya sekitar 7,6 cm dan tampak  seperti buah pir terbalik.
3. Tuba fallopian , berfungsi sebagai saluran untuk lewatnya  telur dan sperma  sehingga dapat terjadi fertilisasi
4. Ovarium, terdapat ovarium 2 buah, ukuran sebesar  kacang hijau, memproduksi sel telur dan hormone

PAYUDARA
  • Bukan merupakan bagian seks internal dan eksternal, tetapi lebih dianggap sebagai karakteristik seks sekunder
  • Terdiri atas bagian dalam jaringan lemak dan kelenjar penghasil susu.

MENSTRUASI
  • Menarche adalah awitan menstruasi pertamapada seorang gadis
  • Rata – rata siklus berlangsung 28 hari
  • Kehilangan darah rata – rata 180 cc sampai 240 cc per siklus
  • Selama siklus menstruasi, lapisan uterus dipersiapkan untuk terjadinya implantasi telur yang dibuahi
MENOPAUSE
  • Salah satu respon fisiologis terhadap penuaan adalah hilangnya menstruasi dan fertilisasi
  • Menopause terjadi  sekitar 45 sampai 60 tahun

ORGAN SEKS PRIA

ORGAN SEKS EKSTERNAL
1. Penis, terdiri atas batang dan glans serta tidak mengandung otot atau tulang,  merupakan  jaringan erektil
2. Skrotum, adalah kantung kulit yang tipis, longgar yang melindungi kedua testis. Skrotum terletak  pada bagian dasar penis

ORGAN SEKS INTERNAL
1. Testis, mengandung dua jenis jaringan khusus, yaitu tubulus seminiferus yang menghasilkan sperma, dan sel – sel  Leydig yang menghasilkan hormone pria
2.   Epididimis, mengalirkan sperma
3.   Vesikula seminalis, bersama dengan prostate mensekresi plasma seminal. Sekresi ini mencairkan dan membawa sperma dan memberi karakteristik bau dari cairan yang diejakulasi. Vesikula seminalis adalah kelenjar yang mensekresi bagian dari cairan yang diejakulasi yang menunjang nutrisi sperma
4.   Kelenjar prostate, sekresi prostate menyatu  dengan sperma dan dan cairan dari vesika seminalis. Cairan yang bersatu ini disebut cairan seminal dan memberikan nutrient bagi sperma. Cairan seminal juga merupakan buffer keasamaan vagina untuk membantu vertilitas.
5.   Kelenjar bulbouretral, mensekresi cairan jernih, bersifat basa, berpelumas, yang kadang tampak pada ujung penis setelah rangsangan seksual

KLIMAKTERIK PRIA
  • Pria tidak mengalami perubahan hormonal yang dramatis atau kehilangan fertilitas  seperti yang dialami pada wanita, namun mereka mengalami perubahan dalam respon seksual atau klimakterik
  • Pada usia 90 tahun, seorang pria mungkin masih mampu untuk spermatogenesis, namun demikian perlambatan kemampuan erektil dan ejakulatori dapat menyebabkan kekhawatiran tentang potensi dan maskulinitas
  • Seorang pria  yang sudah tua mengalami  peningkatan bertahap dalam  lamanya waktu yang diperlukan untuk mencapai ereksi sempurna
  • Kemampuan mempertahankan ereksi untuk periode yang lebih lama dibanding ketika masih muda, sehingga mengakibatkan penundaan ejakulasi
  • Ejakulasi biasanya lebih singkat dan kurang dalam
  • Periode refraktori memanjang
  • Penis lebih mudah flaksid







PERKEMBANGAN SEKSUAL

MASA BAYI
  • Genetalia bayi sensitive terhadap sentuhan sejak lahir
  • Pada laki – laki juga mengalami ereksi  nocturnal spontan tanpa stimulasi
  • Respon orang tua dapat membentuk arah dari perkembangan seksual , edukasi dan kenyamanan dalam menghadapi seksualitas di rumah
  • Orang tua harus  mau menerima perilaku eksplorasi bayi sebagai langkah perkembangan identitas diri yang positif.
  •  Dengan memberikan bentuk stimulasi taktil lain
  • Sentuhan dan tubuh manusia mulai mendapat definisi sebagai hal yang baik.

MASA USIA BERMAIN DAN PRA SEKOLAH
  • Anak usia 1 sampai 5 tahun menguatkan rasa identitas jender dan mulai membedakan perilaku sesuai dengan jender yang didefinisikan secara social
  • Mengamati perilaku orang dewasa
  • Eksplorasi tubuh terus berlanjut dalam kelompok usia ini
  • Orang tua menginterpretasi keingintahuan anak
  • Menjawab pertanyaan yang duajukan

MASA USIA SEKOLAH
  • Bagi anak usia 6 sampai 10 tahun edukasi dan penekanan tentang seksualitas lebih signifikan dari teman sebaya
  • Anak usia sekolah terus melanjutkan perilaku stimulasi dini
  • Mengajukan pertanyaan tentang seks dan menunjukkan kemandirian mereka dengan menguji perilaku yang sesuai
  • Mempunyai keinginan dan kebutuhan privasi
  • Ada yang sudah  mengalami sebagian dari perubahan pubertas
  • Pemberian informasi terhadap potensi penganiayaan seksual

PUBERTAS DAN REMAJA
  • Adanya perubahan pada beberapa bagian tubuh, misalnya perkembangan payudara, pembesaran uterus, peningkatan lubrikasi vagina, menarche. Pada laki – laki terjadi peningkatan ukuran penis, testis, prostate, vesika seminalis.
  • Perubahan emosi selama pubertas dan masa remaja
  • Membutuhkan banyak informasi
  • Pedoman dalam menetapkan system nilai atau keyakinan pribadi dalam pengambilan keputusan
  • Usia dalam mengidentifikasi orientasi seksual
  • Mulai mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani oleh orang tua

MASA DEWASA
  • Mencapai maturasi  tetapi terus untu mengeksplorasi dan menemukan maturasi emosional dalam berhubungan
  • Mulai berperan dalam melahirkan dan membesarkan anak
  • Ada juga yang memilih melajang
  • Respon seksual yang memuaskan bagi pasangan
  • Pada akhir masa dewasa , individu menyesuaikan diri terhadap perubahan emosi dan social sejalan dengan anak – anak yang meninggalkan rumah

MASA DEWASA TUA ( LANSIA )
  • Seksualitas pada usia tua beralih menjadi pertemanan, kedekatan fisik, komunikasi intim dan hubungan fisik mencari kesenangan
  • Mempertahankan aktivitas seksual sepanjang mereka memilihnya
  • Proses penuaan mempengaruhi  perilaku seksual
  • Adanya beberapa masalah yang menyertai seperti penyakit kronis, medikasi, nyeri, sakit dan masalah kesehatan lainnya




KONTRASEPSI

Mencegah kehamilan atau merencanakan waktu diantara kehamilan harus menjadi bagian dari rencana perawatan kesehatan klien, sehingga alat kontrasepsi dapat menjad alternative untuk digunakan.

Faktor yang mempengaruhi penggunaan kontasepsi :
  • Kemampuan klien untuk melakukan tindakan yang bermakna
  • Lingkungan individu
  • Sesuai dengan kondisi klien

METODE KONTRASEPSI

1. Metoda biologis
  • Koitus interuptus yaitu pengeluaran penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi
  • Pengaturan waktu hubungan seksual dengan mengacu pada siklus menstruasi

2. Metode Kimiawi
  • Pil
  • Norplant
  • Suntikan

3. Metode Mekanis
  • Kondom
  • Diafragma
  • IUD

4. Metode Pembedahan
  • Sterilisasi

INFERTILITAS

Evaluasi perawatan kesehatan direkomendasikan jika kehamilan tidak terjadi setelah satu tahun melakukan hubungan  seks teratur dengan pasangan yang sama. Pada pasangan yang berusia 30 tahun lebih evaluasi dianjurkan jika kehamilan tidak terjadi dalam jangka waktu 6 bulan.  Evaluasi infertilitas melibatkan kedua pasangan

ABORSI

Merupakan masalah yang menstimulasi diskusi sengit tentang moralitas, hak – hak wanita untuk tubuh dan reproduksi mereka dan . Alasan untuk aborsi beragam. Adanya rasa bersalah dan berduka.

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

Ditularkan dari individu yang terinfeksi  ke pasangannya selama kontak seksual yang intim. Orang yang hampir pasti terinfeksi mempunyai satu karakteristik yang sama  yaitu melakukan hubungan seks yang tidak terlindung dengan banyak pasangan.

Masalah utama dalam menghadapi PMS adalah menemukan dan mengobati orang yang mengalaminya. Orang dengan PMS kadang tidak mencari pengobatan karena merasa sangat malu.

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL KARENA BAKTERI

Gonorea dan Klamidia, pria lebih mungkin didiagnosa gonorea dibanding wanita, sementara lebih banyak wanita mengalami infeksi klamidia. Gejalanya adalah rasa panas seperti terbakar atau gatal saat berkemih dan pengeluaran pus dari penis. Wanita dengan penyakit ini yang mengalami gejala hanya 25% sampai 30% dari kasus
Bayi yang dilahirkan dari ibu yang mempunyai GO memungkinkan untuk mengalami kebutaan

Penyakit Inflamasi Pelvik ( PIP ), adalah kelainan infeksius yang menyebabkan inflamasi, abses dan pembentukan jaringan parut pada ovarium, tuba falopii dan struktur pelvic lainnya. Biasanya menimbulkan nyeri pelvic, nyeri tekan dan demam.

Sifilis, gejala dari penyakit ini membutuhkan waktu sampai 3 bulan setelah pemajanan untuk tampak jelas. Gejala awal dapat berupa les tidak nyeri. Tanpa pengobatan, sifilis berkembang  menjadi fase sistemik sekunder yang menunjukkan gejala demam, nyeri otot, dan sakit tenggorok. Jika tidak diobati akan berkembang menjadi fase ketiga yang tidak dapat diobati

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL KARENA VIRUS
  • Virus herpes simpleks
  • Kutil genital
  • HIV

SEXUAL BEHAVIOUR
  • Masturbasi merupakan semua cara self stimulasi yang menyebabkan perangsangan erotik, dilakukan pada pria dan wanita
  • Nocturnal orgasme , pada laki-laki nocturnal emission / wet dream, sering terjadi di luar kesadaran. Pada wanita erotic dream
  • Heteroseksual petting, kontak fisik yang bersifat seksual dengan kesadaran
  • Homoseksual relation, memakai partner dari jenis kelamin yang sama untuk mendapatkan kepuasan
  • Heteroseksual seksual intercourse, hubungan dengan jenis kelamin yang berbeda
  • Bestialiyy, sexual contac with animal

HUMAN SEXUAL INADEQUACY
Ada 3 golongan
I. Cara abnormal dari pemuasan keinginan sex
  • Sadisme, mendapatkan kepuasan sex dengan menyiksa partner, secara fisik / psikis
  • Masochisme, kebalikan dari sadisme
  • Voyourisme, mendapat kepuasan sex dengan melihat telanjang, “pepping tom” ( secara diam – diam / menginti )
  • Troslisme/ triolisme, membagi sexual partner dengan orang lain, sementara orang lain tersebut menontonnya
  • Exibitionisme, mendapat kepuasan sex dengan memperlihatkan genitalnya pada orang lain
  • Scoptophilia, mendapat kepuasan sex dari melihat sexual act dan genitalnya
  • Transvestime, mendapat kepuasan sex dengan memakai pakaian dari sex yang berlawanan
  • Transsexualist, merasa dirinya sex yang berlawanan dengan fisiknya
  • Sodomi, memakai anus untuk copulasi

II. Sexual partner abnormal
  • Homosexual, tertarik pada sex yang sama
  • Pedofilia, seorang dewasa menapat kepuasan sex dari hubungan dengan anak – anak
  • Bestiality, kontak sexual dengan binatang
  • Zoophelia, cinta abnormal terhadap binatang, kadang tidak sampai ke sexual
  • Necrophilia, mendapat kepuasan sex dengan melihat mayat, kontak sexual dengan mayat.
  • Pornography, tulisan / gambar yang khusus dibuat untuk merangsang sex
  • Obsenity, perkataan, gerak – gerik, gambar yang dianggap  tidak sopan atau menjijikkan
  • Frottage, mendapat kepuasan sex dengan meraba orang yang disenagi, biasanya tanpa diketahui
  • Saliro mania, mendapat //kepuasan sex dengan mengaggu atau mengotori badan/pakaian  wanita
  • Geronto sexuality, pemuda lebih senang berhubungan sex dengan wanita yang umurnya sudah lanjut
  • Incest, hubungan sexual antara 2 orang didalam /luar perkawinan yang merupakan hubungan keluarga dekat yang secara legal tidak diinginkan melakukan perkawinan

III. Sexual Dysfunction
  • Pada laki – laki, erectile failure / impotance, pada wanita vigiditas yaitu mendapatkan ejakulasi sebelum penetrasi atau beberapa detik setelah penetrasi
  • Pada wanita, dyspareuni yaitu perasaan sakit pada waktu berhubungan, vaginismus yaitu kekejangan dari 1/3 bagian distal vagina



Senin, 09 Juli 2012

KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE



KEBUTUHAN  PERSONAL HYGIENE


PENDAHULUAN

Hygiene : ilmu kesehatan
Personal hygiene : cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka.
Cara perawatan menjadi rumit karena kondisi fisik atau kesehatan emosional klien.

TUJUAN
  1. Kenyamanan individu
  2. Keamanan
  3. Kesehatan

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI :
  1. Citra tubuh
  2. Praktik social
  3. Status social ekonomi
  4. Pengetahuan
  5. Variabel kebudayaan
  6. Pilihan pribadi
  7. Kondisi  fisik

PERAWATAN KULIT

Kulit merupakan organ aktif yang berfungsi :
  1. Sekresi
  2. Eksresi
  3. Pengatur temperature
  4. Sensasi

LAPISAN KULIT
  1. Epidermis
    • Merupakan lapisan luar kulit, disusun beberapa lapisan tipis dari sel
    • Melindungi  jaringan di bawahnya terhadap kehilangan cairan dan cidera, mencegah masuknya mikroorganisme
    • Terdiri dari melanosit, sel khusus yang memproduksi melanin

2. Dermis
·         Merupakan lapisan kulit yang lebih tebal  terdiri dari ikaatan kolagen dan serabut elastic yang mendukung epidermis
·         Terdapat serabut syaraf, pembuluh darah, kelenjar keringat, kelenjar sebasea an folikel rambut.
3. Lapisan jaringan Subkutan
·         Terdiri dari pembuluh darah, syaraf, limfe dan jaringan penyambung halus yang terisi sel – sel lemak
·         Lapisan lemak berfungsi untuk  isolator panas, mencegah cidera

PROSES KEPERAWATAN DAN  PERAWATAN KULIT

PENGKAJIAN
  • Terus menerus sepanjang perawatan hygieneis
  • Perawat menentukan apakah klien dapat mentoleransi prosedur hygienis yang sering melelahkan
  • Mengobservasi kondisi kulit selama mandi




PENGKAJIAN FISIK KULIT
  • Menggunakan ketrampilan inspeksi dan palpasi
  • Mengobservasi warna, tekstur, turgor, temperature dan hydrasi kulit
  • Bagaimana kondisi kulit

PERUBAHAN PERKEMBANGAN
  • Umur mempengaruhi kondisi normal kulit dan tindakan hygienis yang diperlukan
  • Usia  neonatus relative belum matang, kulit sangat tipis, mudah terjadi infeksi, penanganan selama mandi harus hati – hati
  • Usia toddler, usia aktif bermain, belum terbiasa terhadap kebersihan, perlu perhatian yang cukup besar dari orang tua, memulai pengajaran hygiene yang baik.
  • Usia remaja, pertumbuhan dan maturasi integument meningkat. Pada wanita kulit menjadi lebih halus, lembut dan tebal dengan peningkatan vaskularitas.pada laki –laki terjadi peningkatan ketebalan kulit, beberapa bagian kulit berwarna gelap. Timbul  jerawat, pertumbuhan rambut badan meningkat
  • Dewasa, kondisi kulit tergantung praktik hygiene dan paparan bahan- bahan iritan lingkungan

KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI
  • Ketika klien tidak mampu melakukan perawatan mandiri maka perawat memberkan bantuan serta mengajarkan keluarga  bagaimana memberikan hygiene

RESIKO KERUSAKAN KULIT
  • Perawat mencari kondisi tertentu yang  merupakan faktor resiko kerusakan integritas kulit yaitu : imobilisasi, penurunan sensasi, perubahan nutrisi dan hydrasi, sekresi dan eksresi pada kulit, insufisiensi vaskuler serta peralatan eksternal

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi, tekanan dari gips, terpapar zat kimia
2.      Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi, asupan nutrisi yang tidak adekuat
3.      Defisit perawatan diri mandi / hygiene berhubungan dengan nyeri di tangan, kelemahan musculoskeletal

PERENCANAAN
Tujuan asuhan keperawatan kulit :
·         Kulit utuh dan bebas bau
·         Mempertahankan rentang gerak
·         Mencapai rasa nyaman dan sejahtera
·         Berpartisipasi dan memahami  metode perawatan kulit

IMPLEMENTASI

1. Memandikan orang dewasa
2. Memandikan bayi

Tujuan mandi :
  • Membentu klien relaksasi
  • Menstimulasi sirkulasi pada kulit
  • Memberikan latihan rentang gerak
  • Meningkatkan citra diri







Tipe mandi terapiutik :
  • Mandi bak air panas, tujuan mengurangi kesakitan dan kejang otot. Suhu 45 sampai 46 C
  • Mandi bak air hangat, mengurangi  tekanan otot, suhu air 36 C
  • Mandi bak air dingin, mandi dengan air hangat – hangat kuku, suhu 37 C
  • Rendam duduk, membersihkan dan mengurangi inflamasi area perineal dan anal bagi klien yang telah menjalani operasi rectal atau vaginal atau melahirkan, suhu 43 sampai 45 C

EVALUASI

Sesuai tujuan yag ditetapkan

PERAWATAN KAKI DAN KUKU

Memerlukan perhatian khusus untuk :
  • Mencegah infeksi
  • Mencegah bau
  • Mencegah cidera pada jaringan

PROSES KEPERAWATAN DAN PERAWATAN KAKI

PENGKAJIAN

PENGKAJIAN FISIK
  • Melibatkan pemeriksaan yang teliti tentang semua permukaan kulit, bentuk, ukuran, jumlah jari, bentuk kaki dan kondisi jari kaki
  • Mengkaji gaya berjalan klien
  • Penyakit vaskuler perifer

FAKTOR PERKEMBANGAN
  • Lansia, seringkali tidak mampu mempertahankan perawatan kuku  dan kaki yang tepat

ALAS KAKI
  • Jenis alas kaki yang dipakai dapat mempengaruhi masalah kaki dan kuku klien

DIAGNOSA KPERAWATAN

1. Nyeri berhubungan dengan kuku kaki tumbuh ke dalam
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan friksi dari sepatu, cidera pada kuku
3. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan alas kaki tidak pas

PERENCANAAN
Tujuan yang ingin dicapai :
  • Kulit utuh, permukaan lembut
  • Tercapai rasa nyaman dan bersih
  • Klien berjalan dan menanggung berat badan dengan normal
  • Klien memahami dan melakukan metode perawatan kaki dan kuku dengan benar.

IMPLEMENTASI
  • Perawatan kaki dan kuku meliputi perendaman, pembersihan, pengeringan dan pemotongan kuku yang  tepat

Pedoman perawatan kaki penderita diabetes :
  • Periksa kaki setiap hari
  • Mencuci dan merendam kaki setiap hari dengan air hangat – hangat kuku ( Suhu 37 C )



  • Gunakan sepatu dengan sirkulasi yang baik
  • Jika kaki kering gunakan pelembab
  • Jangan menggunakan obat bebas dalam mengobati infeksi
  • Gunakan kaos kaki bersih setiap hari
  • Jangan berjalan tanpa alas kaki
  • Gunakan sepatu yang pas
  • Jangan gunakan sepatu baru untuk jangka waktu yang panjang
  • Lakukan latihan secara teratur
  • Segera bersihkan luka kecil dan keringkan secara teliti

EVALUASI
  • Sesuai tujuan yang telah ditetapkan

HIGIENE MULUT
Hygiene mulut membantu mempertahankan status kesehatan mulut, gigi, gusi dan bibir. Hygiene mulut yang lengkap memberikan rasa sehat dan selanjutnya menstimulasi nafsu makan.

PROSES KEPERAWATAN DAN HYGIENE MULUT

PENGKAJIAN

PENGKAJIAN FISIK
  • Melakukan pemeriksaan pada bibir, gigi, mukosa , gusi, langit – langit an lidah yang meliputi warna, hydrasi, tekstur, luka

PERUBAHAN PERKEMBANGAN
  • Pada anak sering terjadi caries giigi karena pola makan atau kurangnya perawatan gigi
  • Pada remaja dengan gigi permanent memerlukan perawatan yang teratur
  • Pada lansia , terjadi perubahan pada praktik hygiene dikombinasi dengan penyakit kronis, ketidakmampuan fisik.

POLA MAKAN
  • Untuk mendereksi keberadaan iritasi lokal pada gusi atau struktur mukosa
  • Tanyakan adakah masalah alam mengunyah, menelan, kecocokan gigi palsu
  • Adanya bisul atau iritasi dapat mengganggu pengunyahan dank lien mengindar untuk makan.

FAKTOR RESIKO UNTUK MASALAH HYGIENE MULUT
  • Kurang pengetahuan tentang hygiene oral
  • Ketidakmampuan dalam melakukan perawatan hygiene mulut
  • Perubahan integritas gigi dan mukosa akibat penyakit ataupengobatan

MASALAH UMUM MULUT
  • Karies gigi
  • Penyakit periodontal
  • Halitosis
  • Keilosis

MASALAH  MULUT  LAIN
  • Stomatitis
  • Glositis
  • Gingivitis






DIAGNOSA KEPERAWATAN
  • Nyeri berhubungan dengan kehilangan gigi
  • Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gigi palsu yang tidak pas
  • Resiko infeksi berhubungan dengan trauma mukosa oral
  • Deficit perawatan diri : mandi/hygiene oral berhubungan dengan perubahan tingkat kesdaran

PERENCANAAN
Tujuan :
  • Mukosa mulut utuh yang terhidrasi baik
  • Mampu melakukan sendiri perawatan mulut dengan benar
  • Mencapai rasa nyaman
  • Memahami praktik hygiene mulut

IMPLEMENTASI
  • Hygiene mulut
  • Diet
  • Gosok gigi
  • Hygiene mulut  khusus
  • Penggunaan flourida
  • Flossing
  • Perawatan gigi palsu

EVALUASI
  • Sesuai tujuan yang ditetapkan

PERAWATAN RAMBUT

Penampilan dan kesejahteraan seseorang seringkali tergantung dari cara penampilan dan perasaan mengenai rambut

Pertumbuhan, distribusi dan pola rambut seringkali menjadi indicator status kesehatan umum

PROSES KEPERAWATAN DAN PERAWATAN RAMBUT

PENGKAJIAN

PENGKAJIAN FISIK
  • Mengkaji rambut dan kulit kepala
  • Rambut normal adalah bersih, bercahaya, tidak kusut, kulit kepala bebas dar lesi

KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI
  • Mengkaji kemampuan fisik dalam merawat rambut

PRAKTEK PERAWATAN RAMBUT
  • Observasi penampilan rambut
  • Mengkaji gaya rambut pilihan klien
  • Tipe produk perawatan rambut yang digunakan

DIAGNOSA KPERAWATAN
  • Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan laserasi kulit kepala
  • Nyeri berhubungan dengan lesi kulit kepala
  • Deficit perawatan diri : berpakaian , berhias berhubungan dengan perubahan tingkat kesadaran





PERENCANAAN
  • Klien memiliki rambut dan kulit kepala bersih yang sehat
  • Klien akan mencapai rasa nyaman dan harga diri
  • Berpartisipasi dalam praktik perawatan rambut

IMPLEMENTASI
  • Penyikatan dan penyisiran
  • Bershampo
  • Pencukuran
  • Perawatan kumis dan jenggot

EVALUASI
  • Sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

PERAWATAN MATA, TELINGA DAN HIDUNG

MATA
  • Secara normal tidak diperlukan perawatan khusus yang diperlukan untuk mata karena secara terus – menerus dibersihkan air mata, dan kelopak mata serta bulu mata mencegah masuknya partikel asing

TELINGA
  • Hygiene telinga mempunyai implikasi untuk ketajaman pendengaran

HIDUNG
  • Merupakan indera penciuman
  • Akumulasi sekret yang mengeras di hidung dapat merusak sensasi olfaktori dan pernapasan

PENGKAJIAN

PENGKAJIAN FISIK
  • Pada mata tidak ada tanda – tanda infeksi, pada telinga adakah akumulasi sekret, nyeri
  • Adakah tanda- tanda inflamasi pada hidung, pengeluaran, luka

DIAGNOSA KEPERAWATAN
  • Nyeri berhubungan dengan adanya iritasi
  • Resiko infeksi berhubungan dengan praktik hygiene yang buruk

PERENCANAAN
Tujuan :
  • Mata, telinga, hidung bebas infeksi
  • Fungsi organ sensorik normal
  • Klien melakukan perawatan mata, telinga, hidung sehari - hari

IMPLEMENTASI
  • Perawatan dasar mata
  • Membersihkan telinga
  • Perawatan hidung

EVALUASI
Sesuai tujuan yang dicapai